Resensi Buku "Demam Berdarah Dengue (DBD)"


Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu ancaman kesehatan yang populer di Indonesia. DBD pertama kali ditemukan di Surabaya pada Tahun 1968. Konfrmasi kepastian isolasi virus pertamakali dilakukan pata Tahun 1970. DBD mulai menyebar ke berbagai daerah di peolosok Indoensia pada Tahun 1980. Pada saat itu dari 27 provinsi hanya 1 provinsi yang belum terindikasi penyebaran DBD yaitu Timor Timur.

Buku yang berjudul “Apa yang Dokter Anda Katakan Tidak Tentang Demam Berdarah” mencoba memaparkan gambaran mengenai informasi seputar DBD terutama dari sudut pandang ilmiah dengan bahasa populer agar mudah dipahami oleh semua kalangan. Sebagaimana kita ketahui tentang  DBD dari dokter seringkali fokus terhadap gejala klinis dan pengobatannya. Sedangkan kebutuhan informasi masyarakat sebenarnya tidak hanya aspek pengobatannnya saja, juga seputar pencegahan, ekologi, morfologi, dan aspek-aspek ilmiah lainnya yang berkaitan dengan DBD.

Pokok-pokok bahasan buku ini terbagi kedalam 8 BAB mulai dari gambaran umum DBD, faktor-faktor yang terlibat dalam penularan DBD, gejala klinis penyakit DBD, pemeriksaan penunjang penyakit DBD, upaya pencegahan DBD dan pernak-pernik seputar DBD. Setiap Bab dilengkapi dengan grafis ilustrasi untuk memberi gambaran mengenai topik pembahasannya.

Banyak informasi menarik dalam kandungan buku yang ditulis oleh dr Genis Ginanjar ini. Paparan perkembangan penularan DBD di seluruh dunia dapat anda simak pada halaman 4-7. Sedangkan perkembangan DBD di Indoensia dapat disimak pada halaman 8-9. DBD telah menjadi perhatian serius banyak pihak mengingat jumlah korban yang meninggal dunia lebih banyak dibandingkan dengan flu burung atau avian influenza.

Kenapa anak-anak rentan terkena DBD dan risiko kematian lebih besar dibandingka orang dewasa? Berapa jumlah telur nyamuk aedes dalam sekali bertelur? Anda dapat menemukan jawabannya pada buku ini. Ancaman dan dampak DBD yang diungkap dalam buku ini dipaparkan juga solusi pencegahannya. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu gerakan 3M, intervensi lingkungan menggunakan larvasida baik yang alami maupun sintetis, dan sebagainya. Salah satu aksi yang bersifat reaktif di masyarakat ketika menjaingkitnya wabah DBD adalah fogging. Pengasapan atau yang populer dengan istilah fogging sebenarnya tidak efektif dalam membasmi nyamuk bahkan dapat meningkatkan imunitas nyamuk terhadap insektisida. Pembaca dapat menemukan jawabannya pada buku ini.

Tinggi buku yang hanya 15 cm membuat buku ini mudah dibawa dalam berbagai aktiftas. Redaksional bahasa cukup mudah dipahami dan nyaman dibaca. Aspek estetika ilustrasi tampaknya kurang digarap dengan serius. Grafis yang berwarna hitam putih dan kurangnya variasi mengurangi daya tarik ilustrasi. Untuk anda yang sedang mencari referensi untuk karya ilmiah maupun melengkapi perpustakaan pribadi,  “Apa yang Dokter Anda Katakan Tidak Tentang Demam Berdarah” dapat dipertimbangkan. [DAC]