Rapat Kerja Badan Litbangkes Tahun 2019


        Kegiatan Rapat Kerja (Raker) Badan Litbangkes Tahun 2019 dilaksanakan di Hotel Harris Summarecon yang beralamat di Jalan Raya Bulevard Ahmad Yani Blok. M, Marga Mulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Raker Badan Litbangkes berlangsung selama 4 hari mulai Minggu 10 Maret 2019 sampai dengan Rabu 13 Maret 2019. Loka Litbangkes Pangandaran berkesempatan mengadiri Raker Badan Litbangkes tersebut yang diwakili oleh Kepala Loka Litbangkes Pangandaran, Ibu Rosiana Kali Kulla, SKM, beserta Kepala Urusan Tata Usaha dan staf.

        Raker Badan Litbangkes Tahun 2019 mengambil tema “Peran Badan Litbangkes Dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Menuju Cakupan Kesehatan Semesta”. Rangkaian kegiatan Raker Badan Litbangkes terdiri dari Pra-Raker pada hari Minggu 10 Maret 2019. Kegiatan utama Raker dilaksanakan Hari Senin Tanggal 11-13 Maret 2019. Kegiatan Pra-Raker dimulai pada Hari Minggu pukul 15.30 dengan sesi Arahan Kebijakan Strategis Badan Litbangkes Tahun 2020 – 2024 yang dipresestasikan oleh Kepala Badan Litbangkes Bapak dr. Siswanto, MPH, DTM. Isu utama ynag menjadi arah kebijakan strategis Badan Litbangkes Tahun 2020 – 2024 adalah masalah kesehatan di Indoensia, draft RPJMN dan RENSTRA 2020-2024, Kebijakan dan Strategi Badan Litbangkes 2020-2024, Hasil Kesepakatan Rakerkesnas 2019 dan tantangan riset operasional untuk memberikan solusi.

        Sesi kedua Pra-Raker yaitu paparan Kepala Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Peneliti-LIPI (Pusbindiklat-LIPI). Materi utama sesi ini terdiri dari kebijakan pengaturan jabatan fungsional peneliti, evaluasi pembinaan jabatan fungsional peneliti, masalah riset nasional, peta jabatan fungsional peneliti, peningkatan kualifikasi syarat jabatan, evaluasi formasi peneliti 2017-2018, dan sebagainya. Pada kesempatan yang sama paparan Kepala Pusbindiklat LIPI juga membahas contoh sasaran kinerja pegawai (SKP) untuk jabatan fungsional peneliti.

        Hari Senin 11 Maret 2019 merupakan hari pembukaan Raker Badan Litbangkes 2019. Acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan pembacaan doa. Kemudian penandatanganan MOU antara Badan Litbangkes dengan Universitas Syah Kuala Naggroe Aceh Darussalam. Selanjutnya Raker dibuka oleh Menteri Kesehatan tepat pada pukul 08.00 WIB. Arahan Menteri Kesehatan yaitu pertama, hasil penelitian sudah dapat digunakan sebagai masukan kebijakan program seperti hasil Riskesdas, dan studi beban penyakit. Kedua, arah dan kebijakan strategi Kemenkes berfokus pada kesehatan ibu, anak dan kesehatan reproduksi; perbaikan gizi masyarakat, peningkatan upaya preventif dan promotif dalam pengandalian penyakit (PM dan PTM). Ketiga, Badan diharapkan membuat kajian mengenai penyebab defiist BPJS Kesehatan selain karena penyakit katastropik, distribusi dokter spesialis di Indonesia, fenomena keengganan masyarakat ke Puskesmas dan Gap UHH pria dan wanita. Isu utama lainnya yang diangkat dalam pembukaan Raker oleh Menteri Kesehatan adalah kejadian stunting di Indonesia. Selain itu di dalam pembukaan terungkap bahwa angka harapan hidup perempuan 71% lebih tinggi dibandingkan laki-laki 65%.

        Sesaat setelah sambutan acara dilanjutkan dengan Door Stop/ kunjungan pameran oleh Menteri Kesehatan. Menteri Kesehatan berkesempatan mengunjungi galeri penelitian berupa infografis, galeri foto jejak langkah penelitian dan publikasi ilmiah Badan Litbangkes. Infografis merupakan informasi penelitian yang telah dilaksanakan oleh Badan Litbangkes dan UPT yang tersebar di wilayah Indonesia pada Tahun 2018. Galeri foto jejak langkah penelitian merupakan ajang lomba foto yang bersumber dari aktifitas penelitian, diseminasi dan publikasi ilmiah oleh peneliti Badan Litbangkes. Galeri publikasi berisi berbagai macam terbitan baik yang bersifat ilmiah maupun populer oleh Badan Litbangkes dan satuan kerjanya. Publikasi dalam bentuk jurnal, majalah, buletin, newsletter, pamflet, dan sebagainya.

        Sesi berikutnya adalah evaluasi Kinerja Badan Litbangkes Tahun 2015-2018 dan Rencana Tahun 2019. Sekretaris Badan Litbangkes memaparkan sosialisasi struktur organisasi Badan Litbangkes, Indikator kinerja Badan Litbangkes berdasarkan data Rentra 2015-2019, target & realisasi IKP Tahun 2015-2019, Target & realisasi IKK tahun 2015-2019, Pagu dan realisasi Badan Litbangkes Tahun 2015-2019, Data publikasi ilmiah Tahun 2015-2019, Profil E-riset Tahun 2017 dan 2018, Jumlah SDM Badan Litbangkes Tahun 2015-2019 dan profil peneliti Badan Litbangkes. Pada kesempatan yang sama Sekretaris Badan Litbangkes juga memaparkan daftar rencana penelitian yang akan dilaksanakan pada Tahun 2019 baik berupa riset nasional maupun riset operasional yang diselenggarakan oleh satuan kerja di daerah.

        Sesi ketiga pada hari ke II Raker Badan Litbangkes yaitu paparan dan diskusi mengenai sistem pengawasan dan Pengendalian penelitian untuk menjamin mutu Litbangkes. Isu utama sesi ini yaitu kebijakan pengawasan intern, pengendalian internal untuk pencapaian tujuan organisasi, pengawasan dan pengendalian dan pelaksanaan anggaran, pembangunan zona integritas sebagai langkah reformasi birokrasi, dan terakhir hasil pengawasan Badan Litbangkes yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal. Rekomendasinya adalah penguatan tata kelola pelaksanaan birokrasi yang berkelanjutan, pelaksanaan tupoksi Badan Litbangkes secara efektif, efisiein, ekonomis dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, Penelitian dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Manajemen Penelitian dan Pengembangan Kesehatan yang dikeluarkan oleh Badan Litbangkes, Mempertahankan dan meningkatkan Kinerja Badan Litbangkes yang sudah baik, serta Melaksanakan Pengendalian pelaksanaan Anggaran dan Kegiatan yang memadai dengan melakukan penguatan dan Komitmen seluruh jajaran Struktural serta membentuk Tim Reformasi Birokrasi di tingkat Pusat dan satker.

        Sesi keempat pada hari Ke-II Raker Badan litbangkes dilanjutkan dengan paparan dan dikusi panel kebutuhan penelitian dalam menunjang Program Kesehatan Tahun 2020-2024 oleh Badan PPSDM Kseahatan, Ditjen Pelayanan dan Kesehatan, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Ditjen Kesehatan Masyarakat, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, dan Biro Perencanaan dan Anggaran. Kegiatan Raker dilanjutkan dengan sesi kelima yaotu paparan dan diskusi mengenai sosialisasi rancangan teknolratik RPJMN 2020-2024 dan kebutuhan penelitiand alam menunjang program kesehatan Tahun 2020-2024 yang disampaikan oleh narasumber Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas.

        Hari ketiga Rapat Kerja Badan Litbangkes merupakan sesi diskusi kelompok. Diskusi dibagi kedalam 4 kelompok. Kelompok I membahas penyusunan IKP dan IKK Badan Litbangkes 2020-2014 dan sinergi kinerja Organisasi dan kinerja peneliti. Kelompok II membahas penguatan organisasi Badan Litbang yang terdiri dari identifikasi mandatori Litbang, Design Organisasi Badan Litbang dan Pemanfaatan hasil Litbang. Kelompok II menyimpulkan OTK Badan Litbangkes berdasarkan Permenkes 64/2015 masih Relevan, perlunya menambahkan beberapa tugas dan fungsi pada organisasi Badan Litbangkes, dan Pemanfaatan Hasil Litbangkes sebagian besar pada kebutuhan program, perlu ditingkatkan produk inovasi.   Rencana tindak Lanjut Kelompok II yaitu Pembahasan fungsi sampai dengan struktur terkecil, Menyusun proses bisnis, dan Penyusunan struktur organisasi dan tata kerja Badan Litbangkes.

        Kelompok III membahas strandarisasi rekomendasi kebijakan dan naskah akademik Hasil Litbangkes berdasarkan level kebijakan. Kelompok III menyimpulkan batasan rekomendasi Kebijakan ada 5, sedangkan cara penyajian tidak termasuk dalam rekomendasi kebijakan. Mekanisme penyusunan rekomendasi kebijakan ada yang terencana dan tidak terencana. Usulan rekomendasi Kebijakan dari satker balai/loka disampaikan kepada Satker Pengampu untuk dibahas oleh PPI sesuai dengan kebutuhan kebijakan. Terencana adalah Usulan dari satker sedangkan tidak Terencana merupakan penugasan MK/permintaan Stakeholder. Level rekomendasi kebijakan terdiri dari tingkat Nasional, Daerah,dan Institusi. Jenisnya terbagi 3 yaitu Stategis, Manajerial dan Teknis. Pembentukan Tim Rekomendasi Kebijakan dan Advokasi tingkat Badan  Litbangkes terdiri dari Pengarah, Ketua, Sekretaris dan Anggota. Penyelesaian rekomendasi yang terencana diselesaikan di tiap-tiap satker dan dilaporkan ke Evapor, sedangkan yang tidak terencana menjadi tanggung jawab KI dan Sekretariat (UDJ dan PI). Rencana tindak lanjut Kelompok III yaitu Topik penelitian lintas ampuan, pada saat pembahasan rekomendasi kebijakan mengikutsertakan pengampu dan PPI satker yang sesuai topik rekomendasi kebijakan, Rekomendasi kebijakan dari fungsional selain peneliti perlu disepakati khususnya fungsional yang ada di Badan Litbangkes, Perlu ada petunjuk teknis rekomendasi kebijakan dan sosialisasinya dan  peningkatan kapasitas untuk penyusunan rekomendasi kebijakan bagi seluruh peneliti dan analisis jabatan.

Terakhir kelompok IV membahas penguatan implementasi CORA (Client Oriented Research Action). Kelompok IV mendefinisikan CORA sebagai Hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh klien untuk Policy development dan Program improvement. Mekanisme CORA harus memperhatikan aspek Identifikasi klien internal dan eksternal, Mengacu kepada prioritas Kemenkes dan Kebutuhan Program, Koordinasi berjenjang, pertemuan antar instansi, Komitmen Balitbangkes dengan klien, Kolaborasi penelitian untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan, Monev, Diseminasi, Advokasi, dan Sosialisasi. Jenis CORA terdiri dari Riset Observasional/Survei Riset laboratorium, Riset operational, Riset Intervensi, Riset Eksperimental dan Riset evaluative. Metode riset yang digunakan yaitu Participatory Action Research dan Mix methods. Bentuk luaran CORA yaitu Data dasar, Informasi, Rekomendasi, Policy brief, Model dan Modul, Naskah akademik, Pengembangan tools, obat, vaksin, produk biologi, dan alat diagnostik, HKI (Paten dan Hak Cipta, Varietas Tanaman), dan Kemandirian bahan baku.

        Sesi terakhir pada Hari ke III Raker Badan Litbangkes terdiri dari sharing kisah inspiratif oleh Kepala Balai Litbangkes Aceh, Dr. Fahmi Ichwansyah, S.Kp., MPH. Kemudian acara dilanjutkan dengan malam penganugerahan penghargaan dengan berbagai kategori di lingkungan Badan Litbangkes.

        Hari keempat Raker Badan Litbangkes terdiri dari kegiatan rencana tindak lanjut dan penutupan. Rekomendasi yang dihasilkan oleh Raker Badan Litbangkes 2019 yaitu, pertama, Litbang diharapkan dapat mengarahkan kebijakan program berdasarkan hasil Litbang. Kedua, hasil Litbang merupakan dasar penetapan prioritas penyakit yang  dijadikan program. Ketiga, Policy development melalui riset intervensi dan program improvment melalui riset evaluatif. Keempat, penelitian mengarah pada bentuk riset evaluatif dan riset operasional melalui pendekatan CORA. Kelima, penemuan metode dan alat untuk pencegahan, deteksi dan pengobatan. Keenam, pelu digali local specific sehingga strategi tepat di daerah tertentu. Terakhir ketujuh, pelaksanaan penelitian dilakukan dengan melibatkan pengelola program dalam menyusun model penelitian collaborative research and development.

        Rencana tindak lanjut Raker terdiri dari pertama, hasil diskusi tiap kelompok harus ditindaklanjuti  hingga menghasilkan output Perka Badan Litbangkes terkait indikator kerja Badan Litbangkes (IKK dan IKP), output kinerja peneliti (HKM dan angka kredit), dan pegawai lainnya, roadmap penelitian nasional, multicenter dan bidang oenataan organisasi Badan Litbangkes, pedoman rekomendasi kebijakan dan naskah akademik serta pedoman implementasi CORA. Kedua, tindak lanjut Raker sudah harus diselesaikan dan menjadi Perka Badan Litbangkes paling lambat Bulan Juni Tahun 2019. Penanggung jawab rencana tindak lanjut Raker Badan Litbangkes Tahun 2019 untuk Penyusunan IKP dan IKK 2020-2024 dan sinergi kinerja organisasi dan kinerja peneliti oleh Bagian PI dan Hukorpeg. Rencana tindak lanjut Penguatan organisasi Badan Litbangkes oleh Bagian Hukorpeg. Rencana tindak lanjut standarisasi rekomendasi kebijakan dan naskah akademik Hasil Litbangkes berdasarkan level kebijakan oleh Bagian UDJ. Terakhir, rencana tindak lanjut penguatan implementasi CORA oleh Kabag TU dan Puslitbang SDPK. Seluruh materi lengkap Raker Badan Litbangkes Tahun 2019 dapat di unduh pada taurn berikut ini. [DAC]