Kunjungan SMPK Bina Bakti Bandung - Rasa Ingin Tahu Gen Z


          Salah satu lembaga pendidikan menengah dari Kota Bandung, SMPK Bina Bakti, berkesempatan mengunjungi Wisata Ilmiah. Kamis 24 Oktober 2019 rombongan siswa dan siswi yang didamping 2 guru tiba di depan kantor Loka Litbangkes Pangandaran. Teriknya sinar matahari tidak mengurangi antusiasme siswa-siswi untuk segera mengunjungi berbagai wahana wisata ilmiah.
          Berbeda dengan alur kunjungan yang biasanya dimulai dengan menonton film di Mosquito Theater, kali ini wahana pertama yang dikunjungi yaitu Insektarium. Siswa-siswi berkesempatan mengamati siklus hidup nyamuk secara langsung di laboratorium denga dipandu tim wisata ilmiah Loka Litbangkes Pangandaran. Setiap fase perkembangan nyamuk mulai dari telur, larva, pupa dan nyamuk dewasa dapat disaksikan di Insektarium. Wahana selanjutnya yaitu Taman Tanaman Obat Malaria dan Pengusir Nyamuk, atau lebih dikenal dengan istilah TOMPEN. Wahana ini memamerkan berbagai tanaman yang dapat dimanfaatkan utnuk mengusir nyamuk baik dengan ditanam langsung maupun dengan proses ekstraksi di laboratorium. Museum nyamuk merupakan wahana berikutnya yang dikunjungi siswa-siswi. Berbagai spesimen nyamuk, infografis, perlengkapan penelitian dan sebagainya dapat dilihat pengunjung secara langsung.
          Kegiatan menonton di Mosquito Theater merupakan wahana yang paling ditunggu siswa-siswi. Sesi film dokumenter mengenai pengendalian penyakit bersumber binatang telah siap diputar. Segmen diskusi tidak kalah menarik. Pertanyaan yang dikemukakan siswa-siswi SMPK Bina Bakti, yang notabene merupakan generasi Z milenial, ini cukup menggelitik. Apakah darah bangkai binatang masih disukai oleh nyamuk? Apakah nyamuk dapat mengadopsi anak? Apakah nyamuk ada yang kawin dengan jenis kelamin yang sama? Demikian rasa ingin tahu yang tinggi dari siswa-siswi mengenai seluk beluk nyamuk. Walaupun terkesan main-main tetapi pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan realitas kompleksnya pemikiran anak-anak jaman now. Terpaan media dewasa ini menyebabkan pola pikir yang berbeda dengan generasi Y sebelumnya. Berbagai pertanyaan yang menggelitik tersebut dijawab oleh pemadu wisata ilmiah Loka Litbangkes Pangandaran dengan bahasa yang mudah dipahami tanpa mengurangi aspek ilmiahnya.
          Demikian kunjungan SMPK Bina Bakti Bandung. Pendidikan mengenai kesehatan dapat dikemas dengan wahana rekreatif dengan tetap mempertahankan aspek-aspek saintifik di Loka Litbangkes Pangandaran. Wisata Ilmiah Loka Litbangkes Pangandaran terbuka dengan kunjungan baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum.[DAC]